Indonesia mampu menjadi pengekspor industri alat-alat berat

Posted by on October 22, 2018 in Teknik | Comments Off on Indonesia mampu menjadi pengekspor industri alat-alat berat

Please Share

 

Indonesia mampu menjadi pengekspor industri alat-alat berat

Indonesia mampu membuat negeri pengekspor industri alat-alat berat seperti bar bender asalkan pemerintah aktif mempelajari teknologi-teknologi baru lewat keikutsertaan dalam pelbagai pameran industri konstruksi dunia.

Dengan mempelajari teknologi-teknologi baru itu, maka indonesia diharapkan mampu memberikan respon kepada pasar terlebih lagi membuat produsen bar cutter industri konstruksi dunia, kata chairman & ceo vorsitzender geschaftsfuhrung messe munchen gmbh, manfred wutzhofer terhadap pers usai presentasi pameran bauma di tiongkok 2006 di shanghai & bauma 2007 di munich, di jakarta, senin.

Menurut ia, aktivitas indonesia dalam pameran bauma di tiongkok pada 2004 relatif kecil hanya sekitar 2 %, sedangkan itu asia hanya 8 %, eropa 85% & amerika serikat berkisar 4 %.

Kita optimis dalam pameran bauma tiongkok 2006 yang diadakan tiap 2 tahun di shanghai, indonesia akan mampu mengirim timnya lebih gede lagi mengingat berartinya peranan pameran itu, katanya.

Manfred yang didampingi executive director capital goods show of messe munchen gmbh, katharina hamma mengatakan, bauma ialah pameran dagang terbesar yang bermanfaat untuk dunia usaha (negeri) untuk aktif dalam memperkenalkan industri kontruksi.

Dalam ajang ini, para pandai bangunan & kontruksi dari seluruh dunia bertemua & saling memberikan data mengenai teknologi yang canggih, katanya.

Dalam pameran itu, lanjutnya akan dipamerkan mesin & perlengkapan untuk konstruksi bangunan, metode sipil & untuk konstruksi jalanan instalasi penyaluran air, jalan kereta api, terowongan & galeri pabrik & mesin untuk industri produsen & supplier semen, transmisi, teknologi olahan cair, perlengkapan & mesin olahan bangunan, kendaraan kontruski & mesin pertambangan.

Untuk seperti itu pameran bauma tiongkok 2006 diharapkan akan membuat ajang untuk mesin kontruksi di asia, sehabis pameran itu pada 2004 dinilai berhasil dilaksanakan di kota shanghai, katanya.

Ditanya konstruksi yang tahan gempa, menurut ia, untuk indonesia wajib dibuat bahan-bahan konstruksi yang kokoh & indah untuk mampu menangani gempa, apalagi indonesia adalah negeri pegunungan & ini membuat tantangan untuk pemerintah untuk mempelajari lebih jauh.

Kita percaya indonesia mampu mempelajarinya struktur olahan baku yang tahan gempa, apalagi para ahlinya cukup banyak, katanya.

Jadi pameran ini adalah peluang untuk semua negeri untuk menunjukkan kemampuannya di bidang teknologi konstruksi & saling ubah imformasi.

Bauma sekarang ini sedang membidik pasar-pasar potensial yang mampu dilaksanakannya pameran itu diantara lainnya tiongkok, india, rusia & gult region (kawasan negara-negara teluk), demikian manfred.